Pengembangan Proposal Proyek
1. Regulasi dan Prosedur Penggadaan Barang dan Jasa / Bisnis TIK
Dalam menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan
logistik, peralatan dan jasa yang menunjang optimalnya kerja suatu instansi.
Kebutuhan ini dipenuhi oleh beberapa pihak, baik itu Induk perusahaan
pemerintah maupun Anak Perusahaan. Berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di
instansi dan perusahaan Pemerintah.
Aktivitas pengadaan tidak terbatas pada proses pengadaan,
namun cakupan aktivitas pengadaan meliputi lima kegiatan utama, yaitu rencana
pengadaan, proses pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, serta pemakaian
dan manajemen aset, dan tiga transaksi, yaitu transaksi pembelian barang/jasa
(kontrak), transaksi penerimaan barang/jasa, dan transaksi pengeluaran atau
penggunaan barang/jasa.
Dalam proses pengadaan barang dan jasa, ada beberapa
istilah yang perlu diketahui agar tidak menimbulkan ambiguitas dan
misinterpretasi. Beberapa diantaranya adalah:
- Barang,
merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut benda, baik dalam bentuk
bahan baku, setengah jadi, maupun barang jadi yang menjadi objek dari
pengadaan barang pemerintah.
- Jasa,
terbagi menjadi Jasa Konsultasi, Jasa Pemborongan dan Jasa lainnya.
- Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK), merupakan pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab
atas pelaksaan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah,yang diangkat
oleh Pengguna Anggara/ Kuasa Pengguna Anggaran.
- Penyedia
barang jasa, merupakan perusahaan maupun badan usaha perseorangan yang
menyediakan barang/jasa.
Tata Cara / Metode Pemilihan Penyedia Barang
A. Pelelangan
Kelompok Kerja ULP (pejabat
pengadaan) memilih metode pemilihan Penyedia. Untuk pengadaan yang dilakukan
melalui pelelangan, metode pemilihan dibedakan menjadi: a) Pelelangan Umum; b)
Pelelangan Sederhana; dan c) Pelelangan Terbatas. Pada prinsipnya pengadaan
menggunakan metode Pelelangan Umum.
Pelelangan Sederhana dapat
digunakan untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai sampai dengan
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Pelelangan Terbatas dapat digunakan
untuk pengadaan dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini
terbatas dan Pekerjaan Kompleks.
B. Penunjukan Langsung
Kelompok Kerja ULP/Pejabat
Pengadaan menetapkan metode Penunjukan Langsung sesuai kriteria yang ditetapkan
dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya. Pemasukan
Dokumen Penawaran menggunakan metode 1 (satu) sampul. Evaluasi kualifikasi
dilakukan dengan sistem gugur dan dilanjutkan dengan klarifikasi teknis dan
negosiasi harga.
C. Pengadaan Langsung
Pengadaan Langsung dapat
dilakukan terhadap pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut: a) merupakan kebutuhan
operasional K/L/D/I; b) teknologi sederhana; c) risiko kecil; dan/atau d) dilaksanakan
oleh Penyedia orang perseorangan dan/atau badan Usaha Mikro dan Usaha Kecil
serta koperasi kecil. Pengadaan Langsung dilaksanakan berdasarkan harga yang
berlaku di pasar kepada Penyedia yang memenuhi kualifikasi. Penyedia tidak
diwajibkan untuk menyampaikan formulir isian kualifikasi, apabila menurut
pertimbangan Pejabat Pengadaan, Penyedia dimaksud memiliki kompetensi atau
untuk Pengadaan Langsung yang menggunakan tanda bukti perjanjian berupa bukti
pembelian/kuitansi. Pengadaan Langsung dilaksanakan oleh 1 (satu) orang Pejabat
Pengadaan.
D. Kontes
Kontes dilakukan untuk pengadaan
yang memiliki karakteristik: a) tidak mempunyai harga pasar; dan b) tidak dapat
ditetapkan berdasarkan harga satuan. Metode penyampaian dokumen adalah 1 (satu)
sampul. Evaluasi administrasi dilakukan oleh Kelompok Kerja ULP/Pejabat
Pengadaan dan evaluasi teknis dilakukan oleh Tim Juri/Tim Ahli dengan memberi
nilai terhadap kriteria yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kontes.
Rencana
Bisnis : Jasa Pembuatan Desain Grafis
Dewasa ini
Teknologi Informasi sudah berkembang sangat pesat , tidak terkecuali juga pada
jasa pembuatan desain grafis , kini hamper semua perusahaan membutuhkan desain
untuk berbagai hal agar dapat memikat konsumen.
Adapun usaha
yang saya buat ini adalah usaha yang bergerak dalam bidang desain grafis .
Desain Grafis perusahaan saya ini mencakup berbagai macam hal seperti desain
untuk logo perusahaan , iklan pemasaran , kartu nama , dll , sesuai dengan
keinginan customer , customer berarti untuk semua kalangan , bisa untuk
korporasi , atau pun perorangan.
Untuk
memasarkan usaha jasa desain grafis ini terdapat 3 cara yang di angap ampuh
yaitu yang pertama memasarkan nya melaui internet , yaitu dengan cara membuat
iklan dan mendaftarkanya di google , agar iklan yang dibuat muncul di situs –
situs yang berkejasama dengan google , kemudian via media social seperti
facebook , Instagram , twitter , dll. Cara kedua yaitu dengan memberikan brosur
dan membuat iklan di koran . Cara terakhir yaitu dengan cara merekomemdasikan
seseorang , jadi setiap pelanggan yang berhasil membawa pelanggan baru akan
mendapatkan diskon 5% untuk order berikutnya.
Usaha
yang saya buat ini terhitung tidak perlu menggunakan modal yang besar hanya
bermodalkan koneksi internet , computer , dan aplikasi pengolahan grafis
seperti photoshop , dan coreldraw.
Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK
Dunia teknologi
merupakan sebuah dunia yang luas untuk memulai sebuah bisnis, karena dunia
teknologi itu tidak akan pernah mati . Semakin maju ere ini semakin berpesat
juga bagian pembisnisan y. Perkembangan teknologi dibidang Informatika
saat ini berkembang sangat pesat. Tidak sedikit orang yang memanfaatkannya
untuk membuka sebuah peluang usaha mulai dari bidang kesehatan, pendidikan,
militer, sosial, bahkan yang paling mendominasi adalah bidang dunia bisnis.
Berbicara
mengenai dunia bisnis tentu kita akan membahas sebuah perusahaan, wiraswasta,
perdagangan, dll. Perkembangan dunia bisnis yang sekarang sedang menjamur di
masyarakat adalah bisnis di bidang Teknik Infomasi dan Komunikasi (TIK). Adapun
contoh yang sering kita jumpai di sekitar kita yaitu bisnis Warnet dan Game
Online, Rental Komputer, atau bahkan ada yang membuka Kursus Komputer dll.
Disini kita akan membuat sebuah rencana bisnis
yaitu dengan membuka sebuah usaha di bidang Warnet & Game Online yang akan kita beri nama ‘dSc.Net’. Dan berikut ini adalah gambaran secara umumnya :
·
Perangkat atau Alat-alat yang dibutuhkan :
1.
PC (CPU, Monitor, Keyboard, Mouse, Headset)
2.
Printer
3.
LAN dan Modem ADSL
4.
Software OS Original (Windows 7 Ultimate)
5.
Provider Internet (ISP), dan
6.
Aksesoris lainnya (optional)
·
Modal dan Keuntungan
Modal yang saya butuhkan untuk membangun usaha
ini adalah sekitar Rp. 30.000.000, dengan rincian sebagai berikut:
1.
20Buah
PC =
Rp. 70.000.000
2.
Printer = Rp. 600.000
3.
LAN = Rp. 1.500.000
4.
Modem
ADSL =
Rp. 400.000
5.
ISP
= Rp. 3.000.000
6.
20 buah
OS =
Rp. 20.000.000
7.
Aksesoris = Rp. 500.000
8.
Biaya tak terduga =
Rp. 1.500.000
Keuntungan yang diperoleh dari usaha Warnet
& Game Online ini per bulannya bisa mencapai 3 juta sampai 4 juta dengan
melakukan perhitungan matematis seperti berikut :
Masa Pemakaian
x Hari x Jumlah PC
( 31 x
7 x 20 ) = RP. 4.340
Perkiraan biaya
pemasukan dalam 1 jamnya bisa mencapai Rp. 5.000.
Untuk membuka
usaha bisnis warnet dan game online ini dibutuhkan juga sebuah ruangan yang
akan digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan selama berada di dalam warnet.
Tempat atau ruangan yang akan digunakan adalah dengan menyewa sebuah ruko yang
letaknya startegis. Dan untuk mempromosikan usaha bisnis warnet ini bisa dengan
membagikan brosur atau dengan memasang sebuah iklan di media sosial. Semoga
dengan adanya usaha warnet ini masyarakat bisa banyak belajar tentang cara
menggunakan internet dan media informasi yang baik dan benar.
o Kerangka Acuan
Kerja (KAK) :
1.
Latar belakang bisnis. Karena semakin berkembangnya bisnis teknologi
dan adanya kebutuhan akan entertainment dan jasa dalam segi TIK
2.
Kegiatan yang dilaksanakan. Penyediaan barang dan jasa
3.
Manfaat Dengan adanya warnet memudahkan seseorang untuk
mencari informasi yang diinginkan secara cepat, membantu segala jenis pekerjaan
agar dapat diselesaikan lebih cepat, sebagai entertainment dan lainnya.
4.
Cara pelaksanaan kegiatan. Membangun tempat yang terjangkau, nyaman dan
menyediakan barang atau pun fasilitas selengkap mungkin.
5.
Tempat pelaksanaan.Tempat strategis, aman dan nyaman untuk
dikunjungi.
6.
Jadwal kegiatan. Kegiatan dilakukan tiap hari melakukan
pelayanan
Refrensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar