Minggu, 20 Oktober 2019

Pengembangan Proposal Proyek

Pengembangan Proposal Proyek

1. Regulasi dan Prosedur Penggadaan Barang dan Jasa / Bisnis TIK


Dalam menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan logistik, peralatan dan jasa yang menunjang optimalnya kerja suatu instansi. Kebutuhan ini dipenuhi oleh beberapa pihak, baik itu Induk perusahaan pemerintah maupun Anak Perusahaan. Berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di instansi dan perusahaan Pemerintah.

Aktivitas pengadaan tidak terbatas pada proses pengadaan, namun cakupan aktivitas pengadaan meliputi lima kegiatan utama, yaitu rencana pengadaan, proses  pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, serta pemakaian dan manajemen aset, dan tiga transaksi, yaitu transaksi pembelian barang/jasa (kontrak), transaksi penerimaan barang/jasa, dan transaksi pengeluaran atau penggunaan barang/jasa.

Dalam proses pengadaan barang dan jasa, ada beberapa istilah yang perlu diketahui agar tidak menimbulkan ambiguitas dan misinterpretasi. Beberapa diantaranya adalah:

  • Barang, merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut benda, baik dalam bentuk bahan baku, setengah jadi, maupun barang jadi yang menjadi objek dari pengadaan barang pemerintah.
  • Jasa, terbagi menjadi Jasa Konsultasi, Jasa Pemborongan dan Jasa lainnya.
  • Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), merupakan pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksaan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah,yang diangkat oleh Pengguna Anggara/ Kuasa Pengguna Anggaran.
  • Penyedia barang jasa, merupakan perusahaan maupun badan usaha perseorangan yang menyediakan barang/jasa.

Tata Cara / Metode Pemilihan Penyedia Barang

A.            Pelelangan
Kelompok Kerja ULP (pejabat pengadaan) memilih metode pemilihan Penyedia. Untuk pengadaan yang dilakukan melalui pelelangan, metode pemilihan dibedakan menjadi: a) Pelelangan Umum; b) Pelelangan Sederhana; dan c) Pelelangan Terbatas. Pada prinsipnya pengadaan menggunakan metode Pelelangan Umum.
Pelelangan Sederhana dapat digunakan untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai sampai dengan Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Pelelangan Terbatas dapat digunakan untuk pengadaan dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan Pekerjaan Kompleks.
B.            Penunjukan Langsung
Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan menetapkan metode Penunjukan Langsung sesuai kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya. Pemasukan Dokumen Penawaran menggunakan metode 1 (satu) sampul. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan sistem gugur dan dilanjutkan dengan klarifikasi teknis dan negosiasi harga.
C.            Pengadaan Langsung
Pengadaan Langsung dapat dilakukan terhadap pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut: a) merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I; b) teknologi sederhana; c) risiko kecil; dan/atau d) dilaksanakan oleh Penyedia orang perseorangan dan/atau badan Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil. Pengadaan Langsung dilaksanakan berdasarkan harga yang berlaku di pasar kepada Penyedia yang memenuhi kualifikasi. Penyedia tidak diwajibkan untuk menyampaikan formulir isian kualifikasi, apabila menurut pertimbangan Pejabat Pengadaan, Penyedia dimaksud memiliki kompetensi atau untuk Pengadaan Langsung yang menggunakan tanda bukti perjanjian berupa bukti pembelian/kuitansi. Pengadaan Langsung dilaksanakan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pengadaan.
D.            Kontes
Kontes dilakukan untuk pengadaan yang memiliki karakteristik: a) tidak mempunyai harga pasar; dan b) tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan. Metode penyampaian dokumen adalah 1 (satu) sampul. Evaluasi administrasi dilakukan oleh Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan dan evaluasi teknis dilakukan oleh Tim Juri/Tim Ahli dengan memberi nilai terhadap kriteria yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kontes.

 Rencana Bisnis : Jasa Pembuatan Desain Grafis


Dewasa ini Teknologi Informasi sudah berkembang sangat pesat , tidak terkecuali juga pada jasa pembuatan desain grafis , kini hamper semua perusahaan membutuhkan desain untuk berbagai hal agar dapat memikat konsumen.
Adapun usaha yang saya buat ini adalah usaha yang bergerak dalam bidang desain grafis . Desain Grafis perusahaan saya ini mencakup berbagai macam hal seperti desain untuk logo perusahaan , iklan pemasaran , kartu nama , dll , sesuai dengan keinginan customer , customer berarti untuk semua kalangan , bisa untuk korporasi , atau pun perorangan.
Untuk memasarkan usaha jasa desain grafis ini terdapat 3 cara yang di angap ampuh yaitu yang pertama memasarkan nya melaui internet , yaitu dengan cara membuat iklan dan mendaftarkanya di google , agar iklan yang dibuat muncul di situs – situs yang berkejasama dengan google , kemudian via media social seperti facebook , Instagram , twitter , dll. Cara kedua yaitu dengan memberikan brosur dan membuat iklan di koran . Cara terakhir yaitu dengan cara merekomemdasikan seseorang , jadi setiap pelanggan yang berhasil membawa pelanggan baru akan mendapatkan diskon 5% untuk order berikutnya.
Usaha yang saya buat ini terhitung tidak perlu menggunakan modal yang besar hanya bermodalkan koneksi internet , computer , dan aplikasi pengolahan grafis seperti photoshop , dan coreldraw.

Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK


Dunia teknologi merupakan sebuah dunia yang luas untuk memulai sebuah bisnis, karena dunia teknologi itu tidak akan pernah mati . Semakin maju ere ini semakin berpesat juga bagian pembisnisan y. Perkembangan teknologi dibidang Informatika saat ini berkembang sangat pesat. Tidak sedikit orang yang memanfaatkannya untuk membuka sebuah peluang usaha mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, militer, sosial, bahkan yang paling mendominasi adalah bidang dunia bisnis.
Berbicara mengenai dunia bisnis tentu kita akan membahas sebuah perusahaan, wiraswasta, perdagangan, dll. Perkembangan dunia bisnis yang sekarang sedang menjamur di masyarakat adalah bisnis di bidang Teknik Infomasi dan Komunikasi (TIK). Adapun contoh yang sering kita jumpai di sekitar kita yaitu bisnis Warnet dan Game Online, Rental Komputer, atau bahkan ada yang membuka Kursus Komputer dll.

Disini kita akan membuat sebuah rencana bisnis yaitu dengan membuka sebuah usaha di bidang Warnet & Game Online yang akan kita beri nama ‘dSc.Net’. Dan berikut ini adalah gambaran secara umumnya :
·         Perangkat atau Alat-alat yang dibutuhkan :
1.      PC (CPU, Monitor, Keyboard, Mouse, Headset)
2.      Printer
3.      LAN dan Modem ADSL
4.      Software OS Original (Windows 7 Ultimate)
5.      Provider Internet (ISP), dan
6.      Aksesoris lainnya (optional)
·        
   Modal dan Keuntungan
Modal yang saya butuhkan untuk membangun usaha ini adalah sekitar Rp. 30.000.000, dengan rincian sebagai berikut:
1.      20Buah PC           = Rp.  70.000.000
2.      Printer                  = Rp.      600.000
3.      LAN                    = Rp.   1.500.000
4.      Modem ADSL     = Rp.      400.000
5.      ISP                       = Rp.   3.000.000
6.      20 buah OS          = Rp.   20.000.000
7.      Aksesoris             = Rp.      500.000
8.      Biaya tak terduga    = Rp.   1.500.000

Keuntungan yang diperoleh dari usaha Warnet & Game Online ini per bulannya bisa mencapai 3 juta sampai 4 juta dengan melakukan perhitungan matematis seperti berikut :
Masa Pemakaian x Hari x Jumlah PC
( 31 x 7 x 20 ) = RP. 4.340
Perkiraan biaya pemasukan dalam 1 jamnya bisa mencapai Rp. 5.000.
Untuk membuka usaha bisnis warnet dan game online ini dibutuhkan juga sebuah ruangan yang akan digunakan sebagai tempat melakukan kegiatan selama berada di dalam warnet. Tempat atau ruangan yang akan digunakan adalah dengan menyewa sebuah ruko yang letaknya startegis. Dan untuk mempromosikan usaha bisnis warnet ini bisa dengan membagikan brosur atau dengan memasang sebuah iklan di media sosial. Semoga dengan adanya usaha warnet ini masyarakat bisa banyak belajar tentang cara menggunakan internet dan media informasi yang baik dan benar.

o   Kerangka Acuan Kerja (KAK) :

1.      Latar belakang bisnis. Karena semakin berkembangnya bisnis teknologi dan adanya kebutuhan akan entertainment dan jasa dalam segi TIK
2.      Kegiatan yang dilaksanakan.  Penyediaan barang dan jasa
3.      Manfaat Dengan adanya warnet memudahkan seseorang untuk mencari informasi yang diinginkan secara cepat, membantu segala jenis pekerjaan agar dapat diselesaikan lebih cepat, sebagai entertainment dan lainnya.
4.      Cara pelaksanaan kegiatan. Membangun tempat yang terjangkau, nyaman dan menyediakan barang atau pun fasilitas selengkap mungkin.
5.      Tempat pelaksanaan.Tempat strategis, aman dan nyaman untuk dikunjungi.
6.      Jadwal kegiatan. Kegiatan dilakukan tiap hari melakukan pelayanan

Refrensi :

 

Hayatul Fikri

53416249

Pert 3 Pengembangan Proposal Proyek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar